Medan Dilanda Banjir sembilan kecamatan di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Akibat Banjir Ribuan rumah warga di wilayah terendam tinggi.

“Hujan terjadi disebabkan hujan intensitas tinggi dan hujan daerah pegunungan mulai pukul 19.30 wib di wilayah Kota Medan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, M Husni kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (19/11). Husni mengatakan banjir tak hanya disebabkan hujan deras, namun juga sejumlah sungai yang meluap dan banjir kiriman dari hulu. “Sungai meluap karena di kawasan hulu terjadi hujan. Ada tiga sungai induk yang meluap antara lain Sungai Deli, Sungai Belawan, dan Sungai Bedera, Akibat Banjir medan Semua warga tidak bisa bekerja.” ucapnya

Menurutnya, tim BPBD masih melakukan pendataan jumlah rumah yang terendam banjir akibat banjir medan. Selain itu, petugas juga telah menurunkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah. “Petugas dari tadi malam sudah mengevakuasi warga. Karena debit air semakin tinggi memasuki rumah warga. Kita juga dirikan posko pengungsian dan dapur umum. Saat ini pendataan masih terus dilakukan,” katanya.

Sampai sekarang, banjir menghantam kota Medan sepanjang jalan raya menggunakan air tawar yang berwarna hijau. Sejumlah lingkungan terkesan tidak sabar mendengar ancaman banjir. Kami harap agar pemerintah langsung membantu kami,” ujar Sabreena, warga Medan. akibat banjir medan. Banjir itu terasa begitu dingin bagi penduduknya. Salah satu warga yaitu Fadhil Amin mengatakan kepada BBC Indonesia, “Aku sendiri tidak tahu apa yang bisa dilakukannya untuk mengurangi dampak banjir ini.

Berikut Akibat Banjir Terhadap Kehidupan Sehari-hari

Banjir merupakan salah satu hikmah Allah SWT yang terkandung dalam Kitab Suci Al-Quran. Banjir adalah akibat banjir suatu krisis oleh kerusakan air dan masyarakat yang semakin berkembang seiring dengan bencana banjir, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara umum, banjir akan menghasilkan dampak negatif pada kehidupan sehari-hari.

  • Akibat Banjir – Ribuan Rumah Warga Terendam

akibat banjir di medan

Lebih lanjut, Husni mengatakan akibat banjir terdapat 1.699 rumah dengan 1.843 kepala keluarga yang terdampak banjir. Ia menyebut 238 orang telah dievakuasi ke sembilan lokasi pengungsian sementara. “Untuk lokasi yang paling parah umumnya di bantaran Sungai Deli, Tanjung Rejo, Komplek Bumi Asri,” ujarnya. Husni memastikan pihaknya telah menyalurkan bantuan untuk warga yang terdampak banjir. “Petugas juga menyalurkan bantuan berupa sembako dan peralatan pengungsian untuk warga. Kita tetap imbau masyarakat agar waspada mengingat saat ini musim hujan dan intensitas curah hujan juga tinggi,” katanya.

  • Akibat Banjir – Kendaraan Bermotor Rusak

akibat banjir di medan

Jika air ternyata masuk ke dalam mesin, lanjut dia, dampaknya bisa membuat komponen di dalam mesin rusak. Akibat banjir Mesin akan macet karena pelumas tercampur air banjir. Dampak paling buruk adalah kerusakan yang terjadi pada piston atau silinder. Kalau komponen itu rusak, lumayan juga untuk biaya perbaikannya. Kita mencontohkan biaya perbaikan untuk Honda BEAT atau Yamaha Mio mencapai sekitar Rp 1,3 juta hingga Rp 1,5 juta, tergantung kondisi kerusakannya. Biaya mahal itu bisa dihindari jika pemilik segera membawa sepeda motor yang terendam akibat banjir ke bengkel terdekat. Langkah pertama yang dilakukan adalah menguras pelumas atau oli mesin dan menggantinya dengan yang baru. Biaya mengganti pelumas tentu lebih murah dibanding harus membongkar mesin dan mengganti piston, bukan?

  • Akibat Banjir – Sampah Berserakan

akibat banjir di medan

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta adanya prioritas dalam penanganan banjir di Kota Medan dan sekitarnya. Apabila penanganan banjir dapat dilakukan dengan cepat, pastinya akan menguntungkan masyarakat sekitaran pinggiran sungain dari akibat banjir yang akan di alami.

Sementara itu, terkait keterangan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pengamat Lingkungan Jaya Arjuna menyampaikan, bahwa Kota Medan adalah kota terkotor di Indonesia Menurutnya, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota tidak becus dalam bersih dari sampah. Jumlah sampah setiap harinya, Jaya Arjuna menyebutkan, untuk Kota Medan sendiri, sebanyak 75 persen tidak terangkut tiap harinya. “Sebenarnya Medan ini, aku sudah melakukan penelitian terhadap sampah di kota Medan, 75 persen sampah di kota Medan itu sudah tidak bisa terangkut setiap harinya,” katanya.

Sampah yang tidak terangkut tersebut, Jaya Arjuna mengatakan mengakibatkan banjir pada sejumlah tempat, karena belum diangkat dan berserekan di jalanan hingga dalam parit tiap sudut kota akibat banjir. “Dan yang tidak terangkut itu makanya tersebar dan berserakan di jalan. Bahkan lebih parahnya di parit makanya sering terjadi banjir,” katanya.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *